Parah!! Begini Kelakuan Para Gadis Remaja Masa Kini

"Cabe ijo" yang memiliki kelas tertinggi dari kelas "cabe-cabean" itu merupakan gadis di bawah umur yang berusia sekitar 14-17 tahun.


ANDA BOLEH LIKE PAGE KAMI DI FACEBOOK UNTUK KISAH2 LAIN :)

klik disini untuk ke page kami  --->   IsuKakiPanas






Tak sedikit dari mereka yang merupakan siswa sekolah menengah atas (SMA), bahkan beberapa ada yang masih berada di sekolah menengah pertama. Mereka memiliki gaya busana yang modis dan trendi, tetapi tidak menonjol.


ANDA BOLEH LIKE PAGE KAMI DI FACEBOOK UNTUK KISAH2 LAIN :)

klik disini untuk ke page kami  --->   IsuKakiPanas



Berbeda dengan "cabe-cabean" lainnya, "cabe ijo" hanya dapat dijumpai di beberapa pusat perbelanjaan kelas atas ataupun lokasi-lokasi gaul di bilangan Jakarta. Kebanyakan mereka ditemui secara berkelompok dan hanya memilih pelanggan yang sudah dikenalnya lewat media sosial, seperti Twitter dan Facebook.






ANDA BOLEH LIKE PAGE KAMI DI FACEBOOK UNTUK KISAH2 LAIN :)

klik disini untuk ke page kami  --->   IsuKakiPanas



"Cabe ijo" juga aktif di media sosial. Mereka kerap memasang foto-foto dengan pose tertentu dan informasi tarif di akun media sosial mereka.


Mereka bekerja sebagai pekerja seks komersial untuk memenuhi kebutuhan tersier seperti membeli pakaian, telepon genggam, sehingga tidak mudah bagi pelanggan untuk menyewa jasanya karena harus melalui tahapan pendekatan.


Pendekatan, di antaranya, bisa berupa mem-follow akun Twitter-nya, kerap me-retweet atau rajin memberikan komentar.


ANDA BOLEH LIKE PAGE KAMI DI FACEBOOK UNTUK KISAH2 LAIN :)

klik disini untuk ke page kami  --->   IsuKakiPanas






Sementara itu, "cabe merah" adalah PSK yang berusia 16-19 tahun. "Cabe merah" sedikit lebih menonjol karena berani mengenakan pakaian mini dan menonjolkan lekuk tubuh. Mereka pun kerap menghabiskan waktu di minimarket ataupun klub-klub malam di Jakarta.


"Cabe merah" relatif lebih mudah dicari. Mereka biasanya beroperasi sesuai jam operasional klub, mulai pukul 22.00-03.00. Transaksinya juga jelas, tinggal ditanya, langsung jalan.


Selanjutnya "cabe oranye". Tipe ini biasanya berkumpul di taman, arena parkir liar, ataupun pinggir jalan.


Pada beberapa kesempatan, "cabe-cabean" ini menggunakan berbagai modus untuk menjaring pelanggan, mulai dari mengamen ataupun ikut para pebalap liar. "Cabe oranye" menjadikan ini sebagai profesi tetap.


ANDA BOLEH LIKE PAGE KAMI DI FACEBOOK UNTUK KISAH2 LAIN :)

klik disini untuk ke page kami  --->   IsuKakiPanas

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.